Jumat, 14 Oktober 2011

Sekitar 2 hari yang lalu mantan aku telfon. Aku emang masih suka berkomunikasi dengan mantan aku yang satu ini. Kadang aku juga ga segan buat curhat sama dia. Tapi hari itu dia nelfon aku karena ada tujuan tertentu. Dia minta bantuin aku buat menyelesaikan masalah temannya dia yang baru putus. Kebetulan si temannya itu yang kebetulan juga teman aku, curhat sama mantan aku. Dan kebetulan juga pacarnya si temen itu adalah salahsatu dari sahabat aku (ko banyak kebetulan yah.. abaikan). Si mantan minta bantuan aku buat ngomong sama sahabat aku, siapa tau bisa memperbaiki hubungan kedua orang ini. For your information, penyebab mereka putus adalah keterbatasan waktu yang dimiliki si cowo karena si cowo sibuk kerja sehingga waktu untuk berdua sama pacar amat sangat sedikit. Yupz, alasan yang sama yang bikin aku sama mantan aku ini akhirnya sepakat untuk tidak melajutkan hubungan kita.

Kedua orang ini, mantan aku dan mantan baru putusnya sahabat aku, emang punya profesi yang sama, WARTAWAN. Kebayang dong sama kalian gimana pekerjaan mereka yang emang cukup menyita waktu. Perlu kesabaran ekstra untuk berpacaran dengan mereka. Dan pada saat itu aku ga punya kesabaran ekstra sehingga aku memutuskan untuk ga bersama dia lagi. sejak saat itu aku ga mau lagi punya pacar wartawan. Tapi gimana bisa aku menolak untuk jadi pacar wartawan sementara aku diem di tempat yang cowonya mayoritas berprofesi sebagai wartawan. I confess, it’s so hard, guys. Pada awalnya emang tahan, tapi akhirnya………….

Ada pepatah yang bilang “memang sulit untuk mengikuti kata hati, tapi akan lebih sakit lagi jika tidak mengikutinya.” And I follow my heart, aku kembali pacaran sama seorang wartawan. Aku tau, mungkin aku bakal menemui masalah yang sama, WAKTU. Dan mungkin masalah-masalah lainnya yang pernah aku alami sebelumnya. But I love him, and I take my risk. Setidaknya untuk saat ini aku punya modal penting untuk menjalani ini semua, kesabaran ekstra. Aku sayang sama dia dengan segala kekurangannya dan semua kelebihannya. Jadi, sesuatu yang dulu jadi masalah buat aku, sekarang udah bukan masalah lagi, karena aku udah nerima itu semua. Aku siap menerima dirinya dan pekerjaannya J

“Don't expect too much. It's always better to feel surprised than to feel disappointed”. Aku selalu mencoba untuk ga meminta waktu dari dia. Aku tau bagaimana pekerjaannya cukup menguras waktu dan tenaga. Dia membutuhkan waktunya untuk bekerja dan istirahat. That’s why aku ga mau meminta waktu dari dia, daripada dia memberikan waktunya dengan ga ikhlas, lebih baik dia memanfaatkan waktunya untuk hal yang positif. Cuz to have him in my life, that’s enough to make me happy. Tapi di tengah waktunya yang cukup padat, dia masih bisa meluangkan waktunya untukku. Another incredible thing that he do for me. It’s not about quantity, but quality.

So, Thank’s for giving some of your time, hunny. I hope it’s not just some of time, I hope it’s everytime, a life time and make it lasts forever, cuz you’re such an incredible man fore me and I love u so much more :* :* :*

0 Comments:

Post a Comment