Kamis, 09 Juni 2011

Don't Look Back in Anger

Beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah tweet tentang pepatah yang isinya seperti ini, ”Kenapa kaca depan mobil besar sedangkan kaca spion kecil? Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita”. Aku amat sangat setuju dengan pepatah itu, malahan aku bisa menambahkan, kenapa ketika melihat kaca spion kita bisa melihat diri kita disitu sementara pas liat kaca depan, yang ada cuma pemandangan dan keadaan di depan saja. Itu karena ketika kita melihat spion kita melihat diri kita yang sekarang yang merupakan hasil dari masa lalu, tapi kita tidak akan pernah tahu akan menjadi apa kita di depan nanti.

Sebenarnya teman aku juga dulu pernah ngajarin aku tentang filosofi nyetir mobilnya. Kata dia hidup itu seperti nyetir mobil, kita harus membawa kemudi kita maju ke depan ke tempat tujuan kita. tapi kita juga perlu sesekali lihat ke belakang hanya untuk melihat apa yang terjadi di belakang, habis itu lihat lagi ke depan.

Satu hal lagi yang harus kita sadari, kendaraan kita harus tetap maju meskipun kita sedang lihat kaca spion. Kalau tiap liat spion kita berhenti, ga kebayang berapa kali kita ditabrak sama mobil yang ada di belakang. Dan liat spionnya jg jangan terlalu sering, ntar yang ada kita nabrak yang di depan mulu. Semuanya harus seimbang biar ga sering tabrakan.

Tapi seringkali kita stuck sama masa lalu. Entah apapun yang membawa kita, tapi kadang kita selalu mengingat masa lalu dan terbuai dengan kenangan-kenangan itu. Padahal udah jelas itu semua cuma masa lalu dan ga mungkin bisa kembali lagi. Emang ga salah kalau kita pengen liat ke belakang, tapi ga harus tiap waktu. Ada saat-saat tertentu kamu harus liat ke belakang, tapi tetep kita harus maju dan liat lagi ke depan.

Aku emang ga bisa nyetir, but I know how to drive. Yang aku tau kita cuma liat spion pas kita mau belok, mau minggir dan berenti, atau pas mau maju lagi. itu pun cukup dua kali aja, yang pertama untuk mengetahui ada apa di belakang dan yang kedua untuk memastikan, kalau udah aman jalan lagi deh.

And that’s how I drive my life. Aku ga bisa terus-terusan liat ke depan. Ada saat-saat tertentu di mana aku flashback ke belakang, yaitu di saat aku stuck sama masa sekarang dan mencoba untuk maju lagi. sometimes I feel grateful for my past, karena banyak memberikan ku pelajaran-pelajaran berharga. Yang baik aku ulangi, dan yang buruk jadikan pelajaran biar ga ngelakuin kesalahan yang sama. Kalau kemarin-kemarin aku sempet stuck dan ngerasa down, sekarang waktunya untuk maju lagi. Yang dulu biarlah berlalu, kita sambut hari yang baru. and once again thanks for my past karena kamu udah bikin aku bersyukur betapa berharganya hari ini J

Aku yang sekarang adalah hasil pembentukan masa lalu aku, dan aku yang di depan? Who knows…..

0 Comments:

Post a Comment