Jumat, 17 Juni 2011

I Hate Being Normal

Kembali lagi dihadapkan pada hal yang nyata dan sesuatu yang bias. Life between real and fake. Mungkin selama ini saya dianggap kurang normal karena kebiasaan saya yang memang kurang normal, living in a fake life. Memang ga semua yang ada dalam hidup saya “fake”, tapi “fake” itu membuat saya lebih hidup. Terkadang saya menyadari bahwa living in a fake life bukanlah sesuatu yang baik. Seperti sekarang, I think now it’s time for me to face the real world, mencoba lebih realistis. Seharusnya sesuatu yang realistis bisa membuat saya lebih comfort. Tapi kenyataannya tidak, apalagi ketika harus berurusan dengan orang lain yang jalan pikirannya tidak bisa saya mengerti dan keinginannya tidak bisa saya campuri. Sesuatu yang realistis, yang seharusnya lebih mudah untuk didapatkan ternyata tidak semudah itu mendapatkannya. Cukup menghabiskan waktu dan pikiran hanya untuk sesuatu yang realistis. Mengharapkan suatu ketenangan dari sesuatu yang realistis, tapi justru malah sebaliknya yang didapatkan. That’s why I like the fake one. Seperti awal tujuan saya memasuki “fake life”, sesuatu yang tampak nyata dan ada di depan mata malah tidak sanggup diraih, kalau begitu lebih baik memilih yang tidak nyata sekalian, toh kalaupun ga bisa diraih karena emang ga mungkin untuk diraih. Itulah yang membuat saya nyaman living in a fake life. Hidup tanpa beban karena walaupun ga bisa saya raih karena memang sulit untuk meraihnya. And I Hate being Normal!!!!!!!!!! But I cant back to fake life, I CAN’T!!!!!!!

0 Comments:

Post a Comment