Senin, 21 Maret 2022

Change the Mindset

Hari ini habis ngobrol lagi panjang lebar bersama seorang teman. Dia cerita teman-temannya yg rempong kalau mau diajak ketemuan. Gw sih ga heran, karena begitulah pertemanan perempuan di umuran gw, mau ketemu aja susah. Dan semua sama alasannya, anak lah, kerjaan rumah lah, suami lah, selalu seperti itu. Masalahnya selalu berkutat disitu. Dan temen gw heran, padahal itu masalah-masalah yg ada solusinya. Masalah anak, kan bisa dititip dulu sebenernya. Tapi itu ga lazim dilakukan di endonesaku ini. Anak dititip di orang tua terus emaknya hang out sama temen-temennya, wah bakal jadi masalah baru pasti buat orang-orang yg orang tuanya ga se-open minded itu. But there is another solutions, ada day care. Ga dosa dong titipin anak sehari di daycare buat me time dan me-refresh diri dengan ketemu temen-temen. For once in a lot of day, it should be fine, i guess. Ngerjain kerjaan rumah? Please, you could manage your time better. Kerjain dulu semuanya sebelum pergi, atau nanti pas pulang, it is up to you. You have all your time, manage it better. Suami? Suami lo masalah? Ceraikan saja 😄😄😄😄. But seriously, kalau suami lo mempermasalahkan lo me time dan hang out sama temen-temen lo, you need to discuss it.
All i'm saying is, there is a solutions for every problem. Then why you still making excuses?
I know, karena kalau lu melakukan itu akan jd omongan orang kan? Ntah itu orang tua ataupun mertua, bahkan tetangga, kerabat, bahkan sahabat. Ketika lu melakukan itu, lu akan dianggap salah. Akhirnya lu menyiksa diri di rumah demi tetap menjadi istri/ibu yg benar. I said fuck it. Lo cuma bisa mengendalikan hal-hal yg bisa lu kendalikan, masalah-masalah yg bisa lo selesaikan. Omongan orang, itu diluar kendali lo. Lo ga bisa membuat orang lain utk selalu berpikiran baik tentang lo. And it is not your problem at all. You know what, masalah terbesar kita adalah mencoba mengendalikan hal-hal yg ga bisa kita kendalikan. Dan ketika semua ga berjalan seperti yg kita inginkan, itu semua jd masalah. And this is how we made our problem.
Ketika lu mempermasalahkan hal-hal yg ga bisa lo kendalikan, disaat itulah hidup lo akan penuh dengan masalah. Lemme explain, ketika lo ga bisa pergi ketemu temen-temen lo karena ga bisa ninggalin anak-anak, there is a solution for it. Tapi ketika lo menambahkan masalah lain seperti "omongan orang lain" yg mungkin akan datang setelahnya, then you will always have a problem.
Lalu tadi kita discuss, kan gara-gara itu malah jadi terlihat kalau mereka terbebani dengan keberadaan anak. Seakan anaknya ini membatasi gerak dan kegiatan mereka, terus ketika liat temannya yg lain pada hangout dia nyinyir dia ga diajak lah. Atau membandingkan hidupnya dgn temannya itu, "enak ya kamu mah masih bisa kesana-kesini ga bawa anak". Miris sih gw sama emak-emak kaya gini. Dan sedihnya, banyak banget di sekitar gw yg begini.
Tiap kali gw pergi liburan, selalu ada aja yg bilang "enak ya kamu mah bisa liburan, travelling. Kita mah mana bisa ini anak-anak mau dikemanain". Ingin sekali gw jawab "makanya ga usah punya anak". Tapi ngga, ngga gw suarakan, cukup jawab dalam hati aja. But thanks for these people, gw akhirnya bisa jadi mensyukuri hidup gw, karena ada orang yg ingin seperti gw, living my life, uh really? Tapi ketika mereka bilang "enak ya kamu mah", i assume they want my life, right?
Why i thank them, karena berkat mereka gw bisa membuat sumber penderitaan gw menjadi sumber kebahagian gw. You have no idea how i was miserable with this child problem. You have no idea how much i was trying for it, and how money i spent. Yes, ini pernah jadi sumber masalah buat gw. But after what they said to me, i change my mindset dan membuat ini jadi sumber kebahagiaan buat gw. Lihatlah, orang-orang itu sangat ingin seperti gw, kesana kemari ga terbebani anak, iya kan?
Ini adalah sesuatu hal yg ga bisa gw kendalikan, yg bisa gw kendalikan adalah how i react to this situation. Hal ini akan selalu ada, dan kalau gw selalu menganggap ini masalah, ntah sampai kapan gw akan selalu bermasalah, it could be forever. So daripada gw meratapi keadaan yg tak terbantahkan ini, i guess i'll just dancing with the rain. Daripada gw sibuk mengejar hal-hal yang ga bisa gw kendalikan dan menjadikannya masalah, lebih baik gw mengejar hal-hal lain yg bisa gw kerjakan. At least i still trying (at the time), tapi ga mempermasalahkan hasilnya. Do i lose hope, no off course. Sekarang pun gw masih mencoba, berusaha dengan cara gw. Tapi sesuai dengan porsinya aja. Kalau masih ga sesuai dengan ekpektasi, ya udah ga masalah.
Remember, masalah itu kita sendiri yang buat. There is always be something odd in our life, but that is our decision to make it as a problem or not. Depends on your mindset.

0 Comments:

Post a Comment