Selasa, 21 September 2021

A letters to you

Hey kamu..

Iya, kamu..
Kamu yg belakangan mengisi hati aku tapi ga akan bisa aku miliki.
Kamu yang ketika kamu muncul di hidup aku, aku tau aku bakal jatuh.
Kamu yang sengaja aku biarkan masuk ke hati aku, hanya karena penyesalan masa lalu.
Iya, penyesalan masa lalu.
Mari kita mulai bercerita..
Jadi dulu aku punya pacar yg bener-bener ngejaga aku. He really treated me like princess. Protektif banget, cenderung posesif. Super manjain, pokoknya sesayang itu dia sama aku. Tapi begonya aku pada saat itu, i'm not living in the present. Aku mengabaikan dia! Disaat dia ngasih aku segalanya, aku malah super cuek dan ga pernah nganggap dia. Yes, dia seperti kekasih yg tak dianggap. Sampai akhirnya pas kita putus, aku baru sadar betapa berharganya dia. Aku baru sadar kalau dia luar biasa. Kalau aku sayang, sesayang itu sama dia. Tapi semuanya sudah terlambat. Dan aku hidup dalam penyesalan karena ga bisa memperlakukan dia dengan layak.
Lalu sekarang datang kamu, dgn cara yg sama seperti dia. Gimana kamu protektuf cenderung posesif sama aku. Gimana kamu selalu bantuin aku. Selalu membuat aku merasa dicintai, merasa dibutuhkan, dan diinginkan. Selalu ngasih yg terbaik buat aku. Dari awal aku tau kalau cepat atau lambat aku bakal jatuh cinta sama kamu. Dan aku ga mau menyesal lagi, mengabaikan orang yg sesayang itu sama aku. So i let you in, slowly, karena aku tau at the end ini akan menyakitkan. Ya, aku biarkan kamu masuk perlahan ke hati aku, supaya aku bisa menunda datangnya sakit lebih lama. Tapi suatu saat rasa sakit akan datang. Semakin dalam kamu masuk ke hati aku, semakin dalam juga luka yg akan aku rasakan. Haruskah aku membiarkan dia tetap di hati aku, atau aku abaikan aja perasaan ini?

0 Comments:

Post a Comment