Minggu, 08 Desember 2013
Lelaki yg baik adalah untuk pria yg baik pula. Begitulah menurut hadits Al-quran. Dan saya percaya betul itu. Kita tak mungkin mendapatkan pasangan yg baik jika kita tidak memperbaiki diri.
Katanya juga, pasangan kita itu adalah duplikat kita. Sifat kita dan pasangan tidak akan jauh beda dan cenderung mirip. Oleh karena itu saya sangat percaya bahwa wanita baik untuk lelaki baik. Dan percayalah, bahkan ketika kamu sudah merasa akan mendapatkan lelaki yg lebih baik darimu. Namun jika Tuhan berkata lelaki itu tidak pantas untukmu, maka apa yg kamu harapkan tidak akan terjadi.
Jodoh itu di tangan Tuhan. Dan jalan Tuhan itu misterius!
Saya ingat ketika seseorang yg saya anggap lelaki sempurna ingin menjadikan saya sebagai istrinya. Kenapa saya bilang dia sempurna karena tidak dipingkiri lagi dia adalah lelaki yg sangat jenius dan juga taat beribadah. Lelaki sempurna untuk menjadi seorang suami dan juga ayah. Dia menjadi lebih sempurna karena dia selalu ada saat dibutuhkan. Dia selalu menemani saya saat saya sedang kesepian. Dia selalu bisa diandalkan, dan ya saya butuh dia.
Tapi ternyata jodoh saya orang lain, bukan dia. Lalu apakah saya kecewa? Yah mungkin sedikit. Tapi kemudian saya introspeksi kembali diri saya. Apakah saya sudah sebaik dia? Yak! Jelas belum. Sebagai manapun usaha dia tidak akan berhasil karena menurut Tuhan saya bukanlah jodohnya. Saya tidak sebaik dia dan Tuhan memberikan yg setimpal dengan saya.
Tapi sebenarnya ada yg lebih saya takutkan yg akhirnya membuat saya tidak memih dia. Beberapa orang pernah meramalkan bahwa saya akan menikah dua kali (amit2). Seandainya itu benar saya tidak mau salah pilih. Karena jika saya memilih dia dan ternyata gagal, itu berarti saya yg tidak bisa berubah. Tapi jika saya dan pasangan saya yg sekarang gagal, berarti pasangan saya yg tidak bisa berubah.



