Minggu, 08 Desember 2013
2013.. There's a lot of thing happen. Dan yg paling membuat saya terpukul adalah meninggalnya ibu saya, orang yg paling saya sayangi.
Sejak saat itu, saya berubah, sangat berubah. Saya menjadi pemurung, tidak banyak bicara, gampamg stress, dan amat sangat kesepian. Bagaimana tidak, beliau adalah satu-satunya orang tempat saya bermanja, orang yg sangat peduli kepada saya, orang yg sangat menyayangi saya walaupun sebadung apapun saya.
Saya amat sangat kesepian, karena tidak ada lagi yg memeluk saya dan yang saya peluk dengan manja. Tidak ada lagi yg tempat utk bersandar. Pada intinya tidak ada lagi tempat bermanja. Karena jujur saya anak yg sangat manja.
Setiap malam adalah waktu yg cukup berat untuk saya. Seya kesulitan tidur. Lampu dan tv di kamar harus selalu menyala, karena jika tidak saya akan merasa gelisah dan hampa. Sangat sulit untuk terlelap. Rasanya seperti ada bagian hati saya yg kosong.
Saya bercerita kepada teman tentang keadaan saya ini. Dia menyarankan saya untuk menikah, agar tidak kesepian lagi. Oleh karena itu ketika keluarga saya meminta saya untuk menikah secepatnya, saya pun menyetujuinya.
Pernikahan saya dimajukan 3 bulan dari waktu yg telah ditentukan. Harapan saya, saya bisa kembali normal, tidak kesepian lagi, dan pernikahan ini bisa mengisi hati saya yg kosong itu.
Tapi kini, setelah satu bulan menikah, ternyata tidak ada yg berubah. Saya masih tetap kesepian. Masih tidak bisa tidur tanpa lampu dan tv yg menyala. Masih tetap gelisah menjelang tidur. Dan masih tetap menangis di malam hari.
Yak, solusi saya gagal. Pernikahan ini tidak membuat saya lebih baik. Karena saya tersadar, ternyata yg saya butuhkan bukan pernikahan. Saya hanya butuh kasih sayang. Saya butuh seseorang yg bisa membuat saya merasa lebih hidup.



